пятница, 2 января 2015 г.

GOTONG ROYONG ADALAH JATI DIRI BANGSA INDONESIA



Gotong royong bagi Masyarakat Muna adalah Pokadulu. Gotong Royong adalah bukan “barang baru” bagi masyarakat Indonesia. Setiap suku bangsa mengenalnya dengan istilah yang berbeda. Orang Batak menyebutnya “Dalihan Na Tolu”; Orang Makassar menyebutnya “Mapalus”; Orang Lampung menyebutnya “Nemui Nyimah”; Orang Trunyan (Bali) menyebutnya “Sekaha”; Orang Kepulauan Kei (Maluku Tenggara) menyebutnya “Masohi”; Orang Jawa menyebutnya “Sambatan”;dan masih banyak sebutan lain yang ditujukan kepada gotong-royong, mengingat jumlah sukubangsa yang ada di Indonesia, baik yang sudah maju maupun yang masih diupayakan untuk berkembang (masyarakat terasing), lebih dari 500 suku bangsa (Melalatoa, 1985).


Laksono (2009) menyebutkan bahwa istilah gotong-royong baru tertulis dalam sebuah kamus Bahasa Jawa 1983. Meskipun demikian, menurutnya gotong-royong sebagai praktek sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala. Bayangkan saja bagaimana mungkin bangunan-bangunan megalitik di Nias, Sumba, dan berbagai tempat lainnya dapat terwujud kalau tanpa ada gotong-royong? Bayangkan juga bagaimana batu-batu besar itu dapat disusun dan diukir menjadi candi di puncak Gunung Dieng, Borobudur, dan Prambanan? Juga, bagaimana kerajaan-kerajaan kita dapat ditegakkan kalau tanpa pengupahan (kalau tidak ada gotong-royong). Oleh karena itu, tidak berlebihan jika gotong-royong menjadi salah satu identitas (jati diri) bangsa Indonesia.

воскресенье, 28 декабря 2014 г.

MUNA BARAT ADALAH KITA ,POKADULU GERAKAN KITA, MAJU BERSAMA L.M TAUFAN ALAM, ST


Foto 1 : Gerakan POKADULU Bersma Pak L.M Taufan Alam, ST

 (Minggu, 29 Desember 2014),
Menciptakan suasan POKADULU, dalam setip gerak langkah, mengajak kita pada suatu prinsip Team  Work (Bekerja Secara Team).

Suasana kebersamaan tercipta atau terlahir  (creategagasan bersama untuk Muna Barat. Muna Barat menjadi Cita-cita bersama sebagai tempat yang terbaik buat Rakyatnya.

Foto 2 : Gerakan POKADULU Bersama Pak L.M Taufan Alam, ST
Senyum manis terpancar, disetiap wajah-wajah dari generasi muda hingga yang tua. Setiap individu menyampaikan gagasan tanpa sungkan-sungkan, Pak Muna Barat Seperti .....bla...bla....bla..bla. Setiap individu menganalisis dengan cara berpikir yang berbeda juga pendekatan yang berbeda.

kebiasaan Pokadulu merupakan warisan tradisi nenek Moyang kita. Insya Allah, semua masalah berat akan terasa ringan. 

Beberapa dari perwakilan generasi Muda, memberikan apresiasi, bahwa kebiasaan ini mesti di lakukan di dunia Pendidikan, agar semua masalah pembelajaran bisa teratasi bersama. begitu pula dalam dunia Kerja, semua pekerjaan akan terasa ringan dan terpecahkan.

Semua Generasi tampil dalam kesederhanaan, begitu pula Bapak L.M Taufan Alam, ST, menjadikan tak ada sekat diantara satu dengan yang lainnya. Semua berlandaskan pada asas yang sama, seperti peribahasa "Berat Sama Di Pikul, Ringan Sama Di jinjing" atinya 1). tercipta Persahabatan yang Erat, 2). Senang Susah dialami bersama, 3). Pekerjaan yang berat akan terasa ringan apabila dikerjakan bersama-bersama.

oleh (Wa Mulia)