вторник, 3 февраля 2015 г.

MENGENAL SOSOK LAODE MUHAMMAD TAUFAN ALAM BESI., ST CALON BUPATI MUNA BARAT PERIODE 2015-2020



Sekilas Tentang L.M Taufan Alam Besi., ST

          Laode Muhammad Taufan Alam Besi, ST yang akrab disapa Taufan Besi. Lahir di kampung Lagadi 6 Mei 1972. Anak kelima dari 7 bersaudara; anak dari pasangan H. Laode Besi dan Hj. Sitti Habiba yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar. Kehidupan yang sederhana dan ditempa oleh pendidikan yang diawali dari lingkungan keluarganya, memotivasinya untuk menjadikan pendidikan sebagai ujung tombak membuka cakrawala kehidupan. Semasa  kecil  bercita-cita sebagai abdi negara (camat). “Hogo-hogo” dan “kaondo”nya merupakan makanan kesukaannya, juga bemain “bhusu” (gasing) senantiasa mengisi hari-hari semasa kecil.
L.M Taufan Alam Besi, ST

Laode Muhammad Taufan Alam Besi, menempuh jenjang  pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri Nihi pada tahun 1984, kemudian melanjutkan studinya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Matakidi pada tahun 1987, dan tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Raha pada tahun 1990. Keinginan dan semangatnya yang tinggi untuk terus mencari ilmu dan melanjutkan pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi; membuatnya harus ikhlas sejenak berpisah dari keluarga dan kampung halamannya, guna untuk melanjutkan Studi di tanah rantau; tepatnya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, dan sekarang sedang melanjutkan jenjang Studi S2 di Universitas Haluoleo.

Jiwa kepemimpinan telah lahir dan tumbuh, serta diasah sejak di bangku perkuliahan. Karir organisasi beliau diawali dengan menjadi Ketua KEPMI Muna-Makassar pada tahun 1994-1996, Pengurus LDMII–Hmi Cab. Makassar pada tahun 1996, Pengurus BPM Fakultas Tekinik UMI Makassar pada tahun 1996, dan Presedium Badan Kontak Pemuda dan Pelajar Mahasiswa Sulawesi Tenggara–Makassar pada tahun 1997-1998.

Setelah menamatkan studi pada Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Beliau mendedikasikan keilmuan dan jiwa aktivisnya dengan bergelut sebagai Supervisior PT. Lagaligo Citra Sulawesi tahun 1998 di Makassar. Atas keinginan yang Kuat membangun daerahnya pada tahun 1999 Taufan Besi kembali ke daerahnya. Pada tahun 1999-2001, beliau getol memperjuangkan hak-hak masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai aktivis SWAMI Sultra. Gagasan beliau untuk tetap berada bersama-sama masyarakat, mengilhami beliau untuk membentuk LSM OASE pada tahun 2001-2002. Jiwa yang di landasi profesionalisme dan rasa tanggung jawab saat menahkodai beberapa organisasi kemasiswaan dan kemasyarakatan beliau dipercayakan sebagai Sekretaris Asosiasi Pengusaha Kontraktor Indonesia (ASPEKINDO) Muna pada tahun 2001-2003, dan Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Muna pada tahun 2003-2004. Dalam waktu kurang lebih 6 tahun menjadikan beliau berpengalaman di dunia profesional, usaha kreatif dan pendampingan masyarakat kecil.

Sebelum memasuki Di dunia Politik beliau bekerja sebagai Direktur CV. Lagadi Multi Karsa  pada tahun 2001-2004. Kondisi masyarakat yang tidak berubah dari kemiskinan mengarahkan jiwa beliau untuk terlibat di Dunia Politik. Sebab kemiskinan dari rakyat akibat dari salah kelolanya kekuasaan nasional dan lokal. Dengan niat yang tulus, beliau mendapatkan amanah rakyat sebagai anggota legistatif Ketua Fraksi DPRD Kab. Muna pada tahun 2004-2009, Anggota DPRD Kab. Muna sebagai Ketua Komisi 1 pada tahun 2009-2014, dan saat ini beliau sebagai Anggota DPRD Sulawesi Tenggara sebagai Ketua Komisi 1 pada tahun 2014-2019.   

“DAPOMOA MOASIGHO
DAPORIMA RIMANTAI
DAPOANGKA ANGKATAu”
 







пятница, 9 января 2015 г.

Dukungan Datang Dari Forum Orang Tua Dan Muda (FORATOMU) Muna Barat Siap Memenangkan L.M Taufan Alam, ST

Raha, 9 Januari 2015.

Dukungan untuk memenangkan L.M Taufan Alam, ST terus mengalir. Di Raha, pernyataan dukungan tidak hanya dilontarkan para tokoh politik,  pemuda dan mahasiswa, tetapi juga oleh Masyarakat Muna Barat. Forum Orang Tua dan Muda (FORATOMU) Muna Barat, menyatakan dukungannya terhadap L.M Taufan Alam, ST. Hal ini disampaikannya saat menghadiri jamuan bersama L.M Taufan Alam, ST

Disaat Jamuan tersebut masing-masing masayarakat yang tergabung dalam gerakan FORATOMU menyampaikan dukungannya kepada L.M Taufan, Alam ST.

Ada dari Masyarakat mengatakan, anak muda Muna Barat banyak terlahir generasi yang siap memimpin Muna Barat. Mereka ditempa kondisi begitu keras dikehidupannya sejak kecil dan juga di kampus sebagai tempat menimbah ilmu dan pengetahuan. Jadi mengapa tidak dari generasi kita yang mempimpin Muna Barat, ungkapnya.
 


пятница, 2 января 2015 г.

GOTONG ROYONG ADALAH JATI DIRI BANGSA INDONESIA



Gotong royong bagi Masyarakat Muna adalah Pokadulu. Gotong Royong adalah bukan “barang baru” bagi masyarakat Indonesia. Setiap suku bangsa mengenalnya dengan istilah yang berbeda. Orang Batak menyebutnya “Dalihan Na Tolu”; Orang Makassar menyebutnya “Mapalus”; Orang Lampung menyebutnya “Nemui Nyimah”; Orang Trunyan (Bali) menyebutnya “Sekaha”; Orang Kepulauan Kei (Maluku Tenggara) menyebutnya “Masohi”; Orang Jawa menyebutnya “Sambatan”;dan masih banyak sebutan lain yang ditujukan kepada gotong-royong, mengingat jumlah sukubangsa yang ada di Indonesia, baik yang sudah maju maupun yang masih diupayakan untuk berkembang (masyarakat terasing), lebih dari 500 suku bangsa (Melalatoa, 1985).


Laksono (2009) menyebutkan bahwa istilah gotong-royong baru tertulis dalam sebuah kamus Bahasa Jawa 1983. Meskipun demikian, menurutnya gotong-royong sebagai praktek sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala. Bayangkan saja bagaimana mungkin bangunan-bangunan megalitik di Nias, Sumba, dan berbagai tempat lainnya dapat terwujud kalau tanpa ada gotong-royong? Bayangkan juga bagaimana batu-batu besar itu dapat disusun dan diukir menjadi candi di puncak Gunung Dieng, Borobudur, dan Prambanan? Juga, bagaimana kerajaan-kerajaan kita dapat ditegakkan kalau tanpa pengupahan (kalau tidak ada gotong-royong). Oleh karena itu, tidak berlebihan jika gotong-royong menjadi salah satu identitas (jati diri) bangsa Indonesia.