.KABAR SULTRA.COM
Perjuangan para Honorer K2 Kabupaten Muna yang tidak tercover pada seleksi CPNS 2013 lalu, terus bergulir.
Kali ini perjuangan para honorer ini kembali tersandung. Aspirasi yang disampaikan lewat DPRD Kabupaten Muna rupanya tidak mendapat respon baik. Rapat dengar Pendapat (hearing,red) yang dijadwalkan, Selasa (11/3) ditunda.
Penundaan itu terjadi dikarenakan lima anggota DPRD kabupaten Muna dari dari Kimisi I yang membidangi persoalan ini, tidak berada di tempat.
Akibatnya, massa honorer K2 yang sudah datang ke gedung wakil rakyat Kabupaten muna itu, jadi kecewa dan emosi. Terjadi adu mulut antara koordinator K2, La Ode Rabiali dengan salah seorang anggota Komisi I DPRD Kabupaten Muna.
Rabiali menuding anggota DPRD Komisi I, yang tidak hadir pada rapat dengar pendapat, terlibat dalam manipulasi data Honorer siluman yang lulus pada seleksi CPNS 2013.
“Tidak hadirnya anggota komisi I menunjukkan secara jelas keterlibatan mereka dalam memanipulasi data honorer siluman yang lulus,” tuding Rabiali.
Beruntung kejadian itu tidak membuat massa honorer bertindak gaduh. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Muna, Taufan Besi datang menenangkan massa.
Menurut Taufan Besi, sebenarnya pihaknya sudah melayangkan surat kepada semua anggota komisi terkait dengan agenda rapat tersebut.
“Saya sudah melayangkan surat secara resmi ke masing-masing anggota komisi I,” ungkap Taufan Besi, di hadapan para honorer yang hadir di gedung DPRD Muna
Menurut politisi Demokrat ini, anggota komisi I tidak cukup. Semestinya hearing dapat digelar ketika anggota komisi yang hadir lima orang, sehingga kebijakan bisa diputuskan dalam rapat.
“Karena anggota komisi I tidak quorum, sehingga heraing kita jadwalkan kembali pada hari kamis (hari ini,red),” terang Taufan Besi Wednesday, March 19th 2014
Комментариев нет:
Отправить комментарий